Buat kita yang kerja di kantor pasti sudah akrab dengan atmosfir di kantor, pasti ada hari-hari sibuk dan pasti ada hari-hari sepinya. Ketika seseorang ada di situasi sepi kerjaan, nahhh biasa nya kalimat MAGABUT alias makan gaji buta bakal akrab banget di kuping apalagi di mata karena kita pasti sudah paham dengan slogan “ Sehari tanpa bikin status, hampa!!!” so mau gak mau mata kita di suguhin status “MAGABUT”.
Eittttt tapi jangan salah, beban pekerjaan setiap
karyawan itu pasti beda-beda. Bahkan ada karyawan yang selama bekerja sama
sekali gak pernah ngerasain yang namanya MAGABUT. Nah situasi ‘orang keren’
yang gak pernah ngerasain Magabut inilah yang bakal saya ulas.
Iri, mengeluh dan ingin menyerah, itu yang sering terjadi
ketika seseorang tetap sibuk dengan pekerjaan sedangkan ada sekelompok orang
yang tidak melakukan pekerjaan apapun karena kondisi order perusahaan sedang
sepi. Hal itu lumrah dan manusiawi tapi umat dewasa selalu punya cara agar
tidak dikuasai oleh hal negative seperti mengeluh yang mengakibatkan tidak
bersyukur.
Beberapa hal yang bisa memotifasi diri saat padat di
musim magabut ;
1. Pekerjaan ku = Ibadah ku
Sebagai seseorang yang mempunyai Tuhan kita harus selalu
ingat bahwa pekerjaan yang kita lakukan adalah untuk beribadah, “semakin padat
pekerjaan kita semakin banyak pahala yang bisa kita dapat jika kita sabar”
yakin kan saja kalimat itu di hati walau urusan pahala cuma Allah yang tahu.
2. Bersyukur karena kita masih punya pekerjaan
Ingat ulang saat dulu pertama kali kita mencari
pekerjaan, coba rasakan ulang perasaan itu. Bersyukur sekarang kita sudah
menjadi seorang karyawan sedangkan diluar sana masih banyak orang yang sibuk
mencari pekerjaan. Bersyukur akan memberikan getaran positif sehingga kita
dapat mengerjakan pekerjaan dengan nyaman
3. Ingat keluarga
Keluarga tempat pertama kita untuk berbagi, mempunya
pekerjaan membuat kita mempunyai penghasilan untuk berbagi dengan keluarga,
jika kita menyerah terhadap pekerjaan kita itu berarti kita menghilangkan satu
kesempatan untuk berbagi penghasilan.
Saya rasa tiga hal di atas cukup untuk membuat kita
bersemangat dan tidak mengeluh di situasi padat di musim magabut, tapi ketiga
cara di atas sebenarnya bisa dikalahkan hanya dengan satu cara, ya satu cara “
Segalanya untuk Allah” dan bagi saya ini adalah cara terdasyat yang tidak bisa
dikalahkan oleh apapun, ketika kita melakukan segalanya untuk Allah maka tidak
akan ada yang bisa membuat kita untuk mengeluh dan menyerah.