Be Smart ala Sherlock Holmes



Sherlock Holmes, ciptaan Sir Arthur Conan Doyle yang begitu hidup dikepala saya bahkan dikepala banyak orang, sosok yang tidak banyak bicara dan tidak mudah jatuh cinta. Holmes memiliki kepribadian serta penampilan yang pasti akan menarik minat siapapun. Ia bertubuh jangkung, tinggi nya lebih dari 180 sentimeter dan begitu kurus hingga tampak lebih jangkung. Mata nya tajam menusuk, kecuali ketika sedang melamun. Hidung nya runcing bagai paruh rajawali menyebabkan seluruh expresinya terkesan wapada dan mantap. Dagunya kokoh dan berbentuk segi empat, menandakan ia orang yang bertekat kuat. Benedict Cumberbatch sosok masa kini yang pas banget meranin Sherlock Holmes, menurut saya.
Dia mendalami anatomi dan sangat ahli di bidang kimia. Dia tidak pernah mengikuti pendidikan medis secara sistematik. Cara belajarnya aneh dan tak berketentuan, namun dia berhasil mengumpulkan banyak pengetahuan yang akan membuat para profesor terpana.
Holmes bukan mahasiswa kedokteran, ada hal-hal tertentu yang dengan tekun dipelajarinya dan dalam batasan-batasan eksentrik pengetahuannya luar biasa banyak dan pengamatannya begitu rinci. Jelas tidak ada orang yang mau bekerja begitu keras atau memperoleh informasi setepat itu tanpa tujuan yang nyata. Orang yang membaca hanya untuk iseng pasti hanya memperoleh pengetahuan yang sekedarnya berbeda dengan holmes yang mau membebani benaknya sampai ke hal kecil. Holmes tahu informasi yang sedang berkembang tapi dia berusaha sebaik mungkin untuk melupakannya.
Holmes menjelaskan, otak manusia pada awalnya sama seperti loteng kecil yang kosong dan kau harus mengisinya denga perabot yang sesuai dengan pilihanmu. Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya, dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukannya ke loteng otaknya, ia tidak akan memasukan apapun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak.
Semuanya itu diatur rapi dalam loteng-otaknya sehingga ketika diperlukan ia dapat dengan mudah menemukannya. Keliru kalau kau pikir loteng-otak kita memiliki dinding-dinding yang bisa membesar. Untuk setiap pengetahuan yang kau masukan, ada sesuatu yang sudah kau ketahui yang terpaksa kau lupakan. Oleh karena itu penting sekali untuk tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna.
So, ilmu tentang tata surya misalnya apa guna nya untuk seorang detective, toh kalaupun bumi bergerak mengitari bulan tidak akan mempengaruhi pekerjaannya.

Walau Sherlock Holmes hanya ciptaan seorang penulis tapi dari kisah yang ditulis banyak sekali hal yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran. Ambil yang sekiranya berguna.


0 comments:

Post a Comment