Cara Berpikir Masyarakat Inggris Terhadap Barang


Kali ini saya akan mengemukakan pendapat saya tentang masyarakat Inggris. Jujur saya tertarik dengan gaya penampilan mereka dan sangat berminat mengikutinya. Dari buku-buku yang saya baca, jika saya simpulkan orang Inggris suka dengan barang bermerek. Baik itu orang kaya maupun orang miskin sekalipun, mungkin dengan alasan barang bermerek itu awet. Hanya perbedaannya tertelak pada berapa jumlah barang yang mereka punya. Untuk sebuah jam tangan misalnya, orang kaya bisa mempunyai lebih dari satu sedangkan orang miskin hanya mempunyai satu. Saya sangat tertarik dengan orang miskin di Inggris, walau dia seorang yang miskin atau sederhana tapi tetap menggunakan barang- barang bermerek. Ya mungkin benar tidak seperti orang kaya yang bisa gonta-ganti untuk satu jenis benda. Untuk mereka yang masuk dalam golongan miskin biasanya hanya mempunyai satu barang dan itu mereka pakai walau sampai usang. Barang- barang bermerek yang mereka punya seperti jam tangan, topi, mantel, sepatu. Tapi jika dipikir lebih dalam lagi sepertinya memang Inggris menjual barang yang bagus untuk warganya sehingga tidak ada pilihan untuk memiliki barang dengan kualitas tidak baik, ini mungkin loh karena saya belum mengetahui lebih jauh lagi.

Jadi inget sama nasehat papa, papa pernah bilang "kalo beli jam tangan yang mahal sekalian nak, yang ori. Jangan beli jam KW yang baru satu bulan udah ganti lagi, cuma punya satu gak apa-apa yang penting awet dan pas dipake gak malu-maluin karena KW". Hmmm kalo di pikir-pikir nasehat papa bener juga. Mungkin jika saya tidak membaca tentang kebiasaan masyarakat Inggris saya gak akan pernah ‘ngehhh’ dengan nasehat papa. Dan jika saya hitung-hitung jam tangan KW saya jika di jumlahkan hampir bisa beli jam tangan ori.
Sekarang, saya sudah taubat dari kebiasaan koleksi jam tangan KW, bahkan ketika saya sudah memiliki jam tangan ori, jam tangan KW saya sudah tidak pernah saya sentuh lagi selain batu jam nya yang cepat habis dan juga gatal jika dipakai.

Yang saya rasakan ketika hendak membeli barang ori atau barang yang sudah punya brand terkenal adalah dibutuhkan nya kesabaran karena harganya tidak murah jadi saya butuh kesabaran untuk menabung uang yang saya punya sedikit demi sedikit.
Ingat teman ‘‘harga gak bo-ong’’ so kenapa tidak kita rubah saja pola pikir “beli yang murah saja yang penting bisa gonta-ganti” diganti dengan “gak apa-apa mahal asal awet”. Memang tidak semua orang punya kemapanan financial, saya contohnya jika di sejajarkan dengan masyarakat Inggris sudah pasti saya tergolong kedalam masyarakat miskin lah wong di Indonesia saja saya masuk dalam golongan orang kurang mampu tapi gak ada salahnya kan pola pikir seperti ini kita terapkan.

Barang-barang bermerek yang harus kita upayakan memilikinya seperti jam tangan, jacket, sepatu/alas kaki, tas, dompet, ehhhm ada yang mau nambahin? Yah gak branded amat gak apa-apa setidaknya untuk benda-benda tersebut kita beli dengan harga di atas 200rb karena barang dengan harga tersebut biasanya sudah memiliki kualitas bahan yang bagus.

Brand yang saya paparkan disini tidak setingkat dengan barang yang digunakan artis loh, kita juga harus sadar dengan kemampuan dan kebutuhan kita dan mubajir juga rasanya jika untuk sebuah tas saja kita harus merogoh kocek hingga puluhan juta mending untuk membantu kebutuhan adik-adik kita yang di urus oleh yayasan. Banyak kok barang-barang bermerek di Indonesia yang harga nya masih terjangkau dengan saku kita yah walau kita harus menabung terlebih dahulu untuk memilikinya.
Harga gak bohong teman!!! ^_^



Mahal tapi awet, so kenapa enggak ??? ayooklah kita beli kualitas bukan kuantitas.

0 comments:

Post a Comment