Ditulis oleh Vira Safitri dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama dengan tebal halaman sebanyak 288.
Vira Safitri, pertama kali melihat buku hasil karya tulis nya pasti membuat sebagian orang enggan mengambilnya karena mendengar namanya saja mungkin belum pernah. Kebanyakan dari kita pasti mengambil aman dalam membeli sesuatu. Membaca seperti makan, sebuah kebutuhan. Begitu banyak berjejer restaurant, warteg atau rumah makan yang menyajikan banyak menu. Tapi karena kita belum pernah mencoba menu tersebut akhirnya kita memilih menu yang sering kita pesan, karena kita terlalu takut mengambil resiko jika menu baru itu akan terasa tidak enak atau aneh di lidah. Begitu halnya dengan buku, pasti kita mempertimbangka siapa yang menulisnya, apakah tulisan nya bagus atau tidak. Tapi jika kita tidak berani mencoba hal yang baru, wawasan yang kita dapat tidak akan bertambah luas.
Penulis Indonesia dengan tulisan bagus tidak melulu tentang Tere Liye, Dee Lestari, Hanum Salsabiela Rais, Asma Nadia atau Raditya Dika, yang melihat bukunya saja membuat kita tidak ragu untuk membacanya.
Tentang novel New York After The Rain, saya katakana novel ini bagus. Ini novel tercepat yang saya baca, bukan karena novelnya yang tipis, 288 halaman tergolong lumayan memakan waktu apalagi jika waktu membacanya selepas rutinitas tugas di kantor.
Dihalaman 92, Vira Safitri menulis dalam percakapan ceritanya “Ada dua hal yang membuat cerita berkesan di mata pembaca, yang pertama karena si penulis pandai mengemas ceritanya dengan baik sehingga membuat pembaca merasa hanyut dan yang kedua karena cerita novel itu pernah terjadi atau dialami si pembaca sehingga merasa begitu dekat dengan cerita-ceritanya. Nah pernyataan pertama yang berlaku bagi saya, Vira Safitri pandai mengemas ceritanya dengan baik sehingga membuat saya penasaran dengan akhir ceritanya.
Sekilas tentang isi novel,
“Ketahuilah, seseorang akan melakukan apapun untuk orang yang yang dicintainya. Apa pun ….”
Tentang Julia Milano, seorang editor sekaligus penulis bestseller yang bekerja untuk Blackink. Di tempatnya bekerja ada larangan seorang editor menjadi penulis sehingga ia menyembunyikan jati diri nya sebagai penulis Blackink dengan nama samaran Jane Martin. Menjadi editor blackink tanpa menjadi penulis atau menjadi penulis blackink tanpa menjadi editor, pilihan yang membuat Julia resah, sehingga demi mempertahankan pekerjaan nya sebagai editor, ia terpaksa membohongi banyak orang, Brianna Mcadams dan kekasihnya Luke Nelson adalah sahabat yang menetahui rahasiannya. Alasan Julia menjadi seorang editor adalah karena ia ingin selalu dekat dengan Jacob Pierce, seorang pria yang dengan diam-diam ia cintai dan merupakan pemimpin redaksi umum blackink sekaligus anak dari pemilik blackink. Julia menulis untuk Jacob Pierce sehingga disetiap halaman persembahan ia selalu melampirkan inisial “JP”.
“Bila saja milyaran orang di dunia ini berkata ‘iya’ untuk sesuatu yang baik untuk ku, tapi hanya kau yang bilang ‘tidak’, aku akan tetap mengikuti pilihan mu, Juli.”
Jacob selalu memperlakukan Julia dengan istimewa, tapi itu tidak membuat Julia yakin bahwa Jacob mempunyai perasaan yang sama dengannya. Julia sering kali cemburu tiap kali Jacob dekat dengan wanita lain. Tapi Julia bisa apa karena Jacob adalah pria bebas yang tidak terikat pada satu wanita. Kemudian hadir sosok Ethan Hill, seorang Sutradara yang tertarik untuk memfilmkan novelnya, dan tanpa disangka ternyata Ethan tahu bahwa Jane Martin yang selama ini tidak pernah memasang provile pada setiap buku yang ditulisnya adalah Julia Milano dan Ethan sepakat untuk menyembunyikan identitas Julia. Julia terlibat dalam perfilman setelah Ethan meminta kepada Blackink untuk mengutus Julia dalam penggarapan film. Karena seringnya bertemu, membuat Ethan mengenal sosok Julia yang sebenanya. Ethan yang awal nya berniat balas dendam dalam penggarapan film tersebut berubah menjadi cinta kepada sosok Julia.
Kamu gak akan nyesel baca novel ini, gaya Vira Safitri bercerita, alurnya pas bgt dan gak ngebosenin, romancenya dapet plus wawasan nambah karena settingnya diambil di New York dan Italia. Untuk lebih detailnya silakan baca sendiri bukunya ya, biar kamu terkagum-kagum gimana rahasia-rahasia yang tertutup rapat diantara mereka akhirnya terungkapkan dan segala yang terjadi dimasa lalu termaafkan. Selalu ada hal manis setelah hujan selayaknya New York after the Rain.
0 comments:
Post a Comment