Tidak Ada New York Hari Ini


Awalnya saat melihat covernya di halaman situs gramedia dot com saya pikir buku ini adalah novel sehingga saya tertarik untuk ngklik melihat resensinya. Ternyata saat membaca keterangan nya, buku ini adalah puisi dan foto Rangga untuk film Ada Apa Dengan Cinta?

Ini adalah buku yang diterbitkan oleh penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama anggota IKAPI, 2016. Buku dengan tebal  120 halaman dan panjang buku sekitar 20 cm dengan harga Rp 52.000 ini merupakan buku hasil kolaborasi puisi  M Aan Mansyur dan foto Mo Riza. Buku ini menampilkan keindahan puisi sekaligus karya fotografi yang futuristic. Foto-foto hitam putih berlatar Amerika dengan puisi sepatah-patah kata yang menggambarkan kuatnya karakter Rangga sebagai sosok pria yang ”kaku dan dingin”.
Jika di film pertama Ada Apa Dengan Cinta  pada tahun 2002 membuat buku Aku karya Kahlil Gibran terkenal. Selang 14 tahun kemudian di film Ada Apa Dengan Cinta  2 giliran  buku Tidak Ada New York Hari Ini yang terkenal.

Salah satu puisinya:
Tidak Ada New York Hari ini
Tidak ada New York hari ini.
Tidak ada New York kemarin.
Aku sendiri dan tidak berada disini.
Semua orang adalah orang lain.

Bahasa ibu adalah kamar tidurku.
Kupeluk tubuh sendiri.
Dan cinta-kau tak ingin aku mematikan mata lampu.
Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin.
Meriang. Meriang. Aku meriang.
Kau yang panas di kening. Kau yang dingin di kenang.

Hari ini tidak pernah ada. Kemarin tidak nyata.
Aku sendiri dan tidak menulis puisi ini.
Semua kata tubuh mati semata.

Puisi adalah museum yang lengang.
Masa remaja dan negeri jauh.
Jatuh dan patah.
Foto-foto hitam putih.
Aroma kemeja ayah dan senyum perempuan
yang tidak membiarkanku merindukan senyum lain.
Tidak ada pengunjung. Tidak ada pengunjung.
Di balik jendela, langit sedang mendung.

Tidak ada puisi hari ini.
Tidak ada puisi kemarin.
Aku menghapus seluruh kata
sebelum sempat menuliskannya.


Dari puisi diatas, kebayang banget sosok Rangga-nya dan cerita kehidupan Rangga yang besar dengan seorang ayah dan terpisah dengan seorang wanita yang ia cintai.
Ini adalah buku yang layak untuk diapresiasi, buku yang sangat bagus dan sangat layak menghiasi rak buku kita. Bahasa puisi yang cocok untuk anak muda. Kata-kata yang menggambarkan kedewasaan seorang pria. Hati klepek-klepek rasanya dengan puisi yang ada di buku ini.









0 comments:

Post a Comment