Belajar terbang dari Ayam


Berapa usia kita hari ini?
Hal bermanfaat apa yang sudah kita upayakan?
Hal besar apa yang sudah kita lakukan?
Apakah kita yang kemarin masih sama dengan kita hari ini? Atau malah lebih buruk?
Berteman dengan orang yang senang berbisnis membuat kita menyenangi bisnis dan terjun dalam bisnis. Berteman dengan orang yang senang menulis membuat kita setidaknya mau menulis. Berteman dengan orang yang suka berias akan membuat kita mau berias. Berteman dengan orang yang senang mengeluh akan membuat kita juga nyaman dan terbiasa untuk mengeluh.
Itulah hebatnya teman, betapa lingkungan tempat kita beradaptasi begitu besar dampaknya untuk diri kita. Bisa melawan arus? Tentu saja bisa, tapi tentu juga tidak mudah!

Jika hari ini kita merasa belum melakukan hal besar atau bermanfaat mungkin kita belum punya seseorang yang bisa dijadikan panutan dalam hidup.
Perlu bagi manusia untuk memiliki sosok yang dijadikan panutan dalam hidupnya. Sebut saja panutan  itu adalah "role model" seseorang yang kita jadikan contoh. Kita memerlukan role model agar mempunyai gambaran lebih jelas akan kemana. Selain memerlulukan role model kita juga memerlukan seorang mentor. Mentor adalah orang yang yang akan mengarahkan kita secara langsung, seseorang yang akan membimbing kita selama perjalanan menuju tujuan. Mentor adalah orang yang lebih dahulu pernah berada di posisi kita.
"Belajarlah mengaum dari singa dan bukan dari kambing. Belajarlah terbang dari elang dan bukan  dari ayam"
Jika selama ini kita hanya hidup di lingkungan yang biasa saja, tentu kita akan menjadi biasa saja dan menjadi seperti kebanyakan orang. Untuk menjadi beda kita perlu keluar, dan bergaul dengan banyak orang. Berada dalam kotak, apa yang kita lihat hanya sebatas di dalam kotak itu saja, tapi ketika kita keluar dari kotak, betapa luasnya kita bisa melihat, tanpa batas. Di tempat yang luas kita bisa bebas mencari role model yang kita inginkan bahkan kita bisa menemukan yang hebat.

Misal, jika kita ingin menjadi seorang penulis. Temukan penulis yang bisa kita jadikan contoh. Memiliki role model bukan berarti kita harus sama persis seperti mereka, setidaknya mereka bisa memberikan gambaran lebih jelas akan pergi kemana. Role model dan mentor boleh orang yang sama atau pun orang yang berbeda. Kebanyakan mentor kita punya adalah orang tua yang akan selalu mengingatkan ketika kita mengambil jalan yang salah.
Berjanjilah untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat dari sekarang, berhenti belajar dari ayam dan mulailah cari elang yang bisa membuat kita lebih baik dari hari kehari.
Jika kita masih berada dilingkungan yang dipenuhi orang-orang yang senang mengeluh, cukup diam jika memang kita tidak memiliki kalimat bermanfaat yang perlu dikatakan.

You are the captain of your life!



Rumput tetangga lebih hijau


Mengeluh.
Setiap orang pasti pernah mengeluh. Setiap keluhan yang keluar akan lebih besar peluang nya untuk membandingkan keberuntungan yang kita alami dengan keberuntungan orang lain. 

Berapa banyak diantara kita yang merasa rumput tetangga lebih hijau? Rejeki teman terlihat lebih besar?  Pekerjaan teman terlihat lebih sedikit di banding yang kita punya ? Seolah-olah kita adalah orang yang paling lelah sedunia. Tanpa sadar kita lebih sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain, bukan nya sibuk membandingkan diri kita hari ini dengan diri kita kemarin agar diri kita esok lebih baik.

Rumput tetangga terlihat lebih hijau karena sang pemilik sibuk menyirami nya setiap hari. Sedangkan kita hanya sibuk melihat dia. Dia sibuk menjemput rejekinya, dia sibuk mengejar kebahagiaan nya, dia sibuk menutupi setiap kekurangan nya dengan kelebihan-kelebihan yang dia upayakan setiap hari. Sedangkan kita? Resah melihat dia mendapatkan rejeki lebih banyak, resah melihat dia lebih bahagia, dan resah karena dia memiliki banyak kelebihan yang tidak kita miliki.

Setiap kali kita merasa orang lain lebih beruntung keadaannya daripada yang kita alami, seharusnya kita kembali mengoreksi diri. Mungkin orang lain lebih pandai bersyukur sehingga kekurangan yang dia miliki tidak harus diumbar lewat keluhan-keluhan yang hanya akan menurunkan kwalitas diri kita.
Siapa yang tau rumput hijau yang kita lihat hanyalah rumput sintetis. Hanya saja dia pandai untuk menutupinya sehingga tidak perlu banyak orang tau bahwa itu hanyalah rumput buatan. 
Rumput yang kita punya yang selalu kita anggap tidak sehijau milik tetangga akan menjadi terasa hijau jika kita pandai menutupinya dengan perisai "rasa syukur".

Apakah  akan terlihat hebat ketika semua orang tau penderitaan-penderitaan yang kita alami? Tidak!
Apakah mereka ingin mendengar semua penderitaan yang kita alami? Tidak!
Hanya kita saja yang terlalu PD mengumumkannya kepada banyak orang. Tidak ada satu manusia pun sebenarnya yang memulai hari nya dengan pertanyaan "penderitaan apa yang sudah kamu alami hari ini?"
Mereka pun manuasia yang sama seperti kita. Manusia dengan segudang cobaan hidup, manusia yang juga memiliki masalah hidup. Jangan kita tambah lagi volume otak mereka dengan memori-memori yang kita anggap kesialan dalam hidup yang seolah-olah hanya kita sendiri yang mengalaminya.

Kita akan telihat lebih berkualitas ketika kita tidak mengeluh. Orang lainpun akan melihat rumput yang kita punya begitu hijau. Kita akan lebih di hargai ketika orang lain  tidak tahu bahwa sebenarnya kita tidak punya uang, kita akan lebih di hargai ketika kita terlihat tidak punya masalah.

Cukup diri kita sendiri yang tau masalah apa yang kita hadapi, jika kita ingin mencari jalan keluar atas masalah yang kita hadapi cukup bercerita kepada seseorang yang kita anggap mampu menolong kita mencarikan jalan keluarnya  dan bukan bercerita kepada banyak orang yang kita anggap seolah punya waktu untuk mendengar keluhan kita.

Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain.
Cukup berlomba dengan diri kita yang kemarin bahwa "Riana hari ini harus lebih baik dari Riana yang kemarin. Agar Riana esok bisa lebih baik.
Ayo rubah nama "Riana" dengan nama mu, ini menyenangkan!!

Life is so short, enjou your life!


Pesta Demokrasi


Pesta Demokrasi, setiap kali datang berpeluang untuk saya kehilangan teman. Halaman facebook yang tiba-tiba penuh dengan postingan menjatuhkan atau memaparkan kekurangan salah satu calon, kata-kata kasar yang dengan tidak takut di tuliskan begitu saja padahal di baca oleh banyak orang. Jika kata-kata kasar itu sudah tertulis, tidak ada ragu untuk saya segera unfollow atau unfriend.

Sebenarnya saya sebal sekali setiap kali pesta Demokrasi datang, karena tiba-tiba disuguhkan postingan yang tidak bisa di terima oleh hati. Karena tiba-tiba begitu banyak teman yang tampil seolah benar sendiri. Mau tidak mau saya harus mengikuti jalannya politik, baik itu saya dapatkan dari membaca atau melihat lewat beberapa stasiun TV. Saya tidak mau mempercayai berita-berita negative tentang salah seorang calon hanya dari postingan segolongan orang, karena menurut saya itu lebih berpotensi mementingkan golongan.

Berbeda pandangan, boleh. Berbeda pilihan calon, tentu saja boleh. “ Tapi please, jangan menyuguhkan bahasa-bahasa yang tidak manusiawi. Dukung pilihan kita dengan cara yang baik, tidak perlu kita mencari-cari kekurangan calon pasangan lain. cukup kita share kelebihan-kelebihan pasangan calon yang kita usung, itu cukup!

Tidak dipungkiri, setiap kali pesta Demokrasi datang, kita sebagai rakyat repot sendiri. Ketika ada postingan yang menjelekan salah satu pasangan calon yang di usung, kita sibuk beradu argument lewat dunia maya, kita sibuk membenarkan diri, kita sibuk saling caci maki. Padahal pasangan calon yang di usung damai-damai saja. Sepertinya itu menjadi kelemahan kita, kita dengan cerobohnya menunjukan betapa kita ini mudah sekali diprovokasi oleh kalimat-kalimat yang tidak ada seorang pun yang bisa di mintai pertanggungjawabannya.

Pesta Demokrasi yang sehat itu, di isi dengan tulisan-tulisan yang menjelelaskan keunggulan  pasangan calon yang di usung karena bukan kah itu inti tujuan seseorang berkampanye “agar orang mengenal siapa dirinya” meyakinkan banyak orang bahwa dirinya layak untuk dipilih.

Kita sebagai pendukung tidak perlu sengotot itu menyakinkan banyak orang bahwa  pasangan calon yang kita usung adalah yang terbaik. Jadi warga yang sopan, fokus menilai apa yang di lakukan pasangan calon yang bersangkutan mengkampanyekan dirinya. Jika kita begitu ngotot meyakinkan orang lain agar satu paham dengan pilihan kita itu berarti kita tidak percaya dengan kemampuan pasangan calon tersebut untuk meyakinkan banyak orang, seolah kita yakin bahwa pasangan calon tersebut sebenarnya tidak layak untuk dipilih.

Membeberkan dan mencari-cari kekurangan orang lain itu berarti kita tidak punya kelebihan untuk diperlihatkan. Dan itu berlaku dalam pesta Demokrasi ini.




Berdalih Amal


Di awal bulan Oktober 2016, saya tertarik dengan buku yang dipasarkan secara online. Buku itu bertemakan pengalaman si penulis saat menulis buku-buku nya. Dan yang membuat saya lebih tertarik lagi karena buku itu tidak dijual di toko buku manapun termasuk Gramedia. Dalam iklan nya disebutkan 100% royalty akan disumbangkan, wahh mulia sekali penulis ini. Sempet mikir sih, nih buku tebel nya berapa halaman, tapi pertanyaan di kepala saya ini ternyata sudah ada yang mewakili, so buat apa saya mengulang pertanyaan yang belum di jawab sama empuh nya fanspage.  Ok, finaly saya ambil tuh buku, di kepala saya saat itu, buku dengan harga IDR 145.000 ya mungkin setipis-tipis nya adalah 300 halaman. Kenapa saya berfikir seperti itu, karena buku Sherlock Holmes yang saya punya, saya dapatkan dengan harga IDR 127.000, tebal nya lebih dari 800 halaman. Dengan sabar saya tunggu buku itu datang, sambil di kepala saya berulang kali membayangkan betapa senangnya saya saat menerima paketan buku tersebut karena yang selalu saya bayangkan adalah buku itu memiliki halaman yang tebal. Saya ini termasuk penggila buku-buku tebal karena sekalian untuk di pajang di koleksi rak buku. Satu minggu lebih beberapa hari  setelah pemesanan akhirnya  saya terima paket buku tersebut. Besar  paket nya sih gak layak di sebut buku ya, lebih ke paket kaset CD. Sempet gak percaya, "ini buku yang gw pesen? Gak salah?" Saya baca pengirim nya betul sih penerbit tempat penulis itu menulis buku. Setelah saya buka ternyata tebal halaman nya hanya 100 halaman dengan lebar buku seperti ukuran kaset CD. Saat saya baca halaman pertama nya, alasan buku itu mahal adalah untuk amal, 100 % royalti penulisan buku untuk di sedekahkan. Hello!!! royalti seorang penulis itu cuma 10% dari harga buku, mentok-mentok nya, royalti tinggi untuk penulis itu cuma 15%, kalo 15% dari harga yang saya beli berarti yang di sedekahkan hanya IDR 21.750, itu angka yang kecil untuk harga buku semahal itu. 

Saya mencoba menghibur kekecewaan dengan harapan  siapa tau buku yang tipis itu berisi informasi yang belum saya baca sebelumnya. Setelah selesai membaca buku itu, fiuhhh!!  Diluar harapan, saya membeli buku super mahal yang isi nya sudah saya ketahui sebelum nya dari sumber lain. Mungkin kekecewaan saya dari harga buku yang mahal dengan isi yang biasa aja akan terobati jika 80% dari harga penjualan buku untuk di sedekahkan. Tapi ya sudahlah, sebagai pengalaman saja, bahwa gak semua orang royal berbagi pengalaman dan ilmu.

Saya sengaja tidak menyebutkan judulnya apa dan siapa penulisnya, karena tujuan penulisan artikel ini bukan untuk menjatuhkan penjualan si penulis tapi lebih ke berbagi pengalaman dalam memilih buku. Untuk nextnya saya akan lebih berhati-hati jika membeli buku di media online. Untuk kita-kita penggila buku-buku tebal, lebih aman langsung membeli di toko buku karena kita langsung tau fisik buku nya seperti apa dan garis besar isinya apa.


Past Future Perfect Continuous Tense




Digunakan untuk menyatakan sebuah peristiwa atau tindakan yang telah sedang akan dilakukan di masa lampau.


Ciri-ciri Past Future Perfect Continuous Tense :
- Terdapat auxiliary would atau should
- Kata would/should bisa di ganti dengan menggunakan to be going to + have
- Menggunakan keterangan waktu sbb ;
yesterday
forever
last
by April last year
by the end of this month
by last Ramadhan



Rumus Past Future Perfect Continuous Tense :
(+) Subject + should/would + have been + verb 1 - ing
(-) Subject + should/would + not + have been + verb 1 - ing
(?) Should/would + subject + have been + verb 1 - ing + object/adverb




Ex :
I should have been working here for two years by last April
( Saya akan sudah bekerja disini selama dua tahun menjelang bulan April lalu )


Future Perfect Continuous Tense




Digunakan untuk menyatakan suatu tindakan atau peristiwa yang sudah sedang dilakukan di waktu yang akan datang, tindakan atau peristiwa tersebut belum terjadi namun akan dilakukan pada masa yang akan datang.


Ciri-ciri Future Perfect Continuous Tense
- Kata kerja (verb) yang digunakan adalah verb 1 + ing
- Terdapat auxiliary will, shall, atau to be going to
- Terdapat kata been yang kemudian di ikuti dengan verb 1 + ing
- Menggunakan keterangan waktu sbb :
by the end of ... ( menjelang akhir ... )
by the end of April ( menjelang akhir April)
by the end of 1988 ( menjelang akhir tahun 1988 )
by the end of this July ( menjelang akhir Juli ini )
tonight
for one hour ( selama satu jam )
next December ( Desember depan )




Rumus Future Perfect Continuous Tense
(+) Subjek + shall/will + have + been + verb1-ing
(-) Subjek + shall/will + not + have + been + verb1-ing
(?) Shall/will + subjek + have + been + verb1-ing ?




Ex :
(+) I shall have been traveling tomorrow
( Saya akan sudah sedang bertamasya besok )
(-) I shall not have been traveling tomorrow
( Saya belum akan sudah sedang bertamasya besok )
(?) Shall I have been traveling tomorrow?
( Apakah saya akan sudah sedang bertamasya besok? )


Past Perfect Continuous Tense






Digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan/ kejadian yang sedang dilakukan di masa lampau dan bersamaan dengan aktifitas lainnya.
Lihat contoh berikut :
- Kalimat I
Rere had been washing ( Ana sudah sedang mencuci )

- Kalimat II
Kinos came to her house ( Kinos datang ke rumahnya )

Kalimat I terjadi sebelum kalimat II. Jadi ketika kalimat II terjadi, kalimat I sudah selesai.
Dalam kondisi seperti inilah kita bisa menggunakan Past Perfect Continuous Tense untuk menggambarkannya. Jika di tulis dalam bahasa Inggria mak menjadi:
Rere had been washing when Kinos came
( Rere telah sedang mencuci ketika Kinos datang )



Ciri - ciri Past Perfect Continuous Tense
- Terdapat kata bantu had diantara subjek dan kata kerja
- Kata kerja yang digunakan adalah verb1 + ing
- Menggunakan tanda waktu/time signal when (ketika) atau after (setelah) dan for (selama)



Rumus Past Perfect Continuous Tense(+) subjek + had + been + verb 1 + ing
(-) Subjek + had + not + been + verb 1 + ing
(?) Had + subjek + been + verb 1 + ing

Ex :
(+) Kinos had been knocking my door when I slept
( Kinos sudah mengetuk pintu rumah ku ketika saya tidur )

(-) Mr. Yanuar had not been sleeping when his house robbed.
( Mr. Yanuar sudah tidak sedang tidur ketika rumah ny di rampok )




(?) Had he been studying for two years?
( Apakah dia sudah belajar selama dua tahun? )


Present Perfect Continuous Tense



Digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan atau peristiwa yang telah dilakukan pada masa lampau namun masih berlangsung hingga sekarang

Ciri - ciri Present Perfect Continuous Tense
- Kata kerja yang digunakan adalah verb 1 + ing
- Menggunakan kata keterangan waktu berupa for ( selama ) atau since ( sejak )
- Menggunakan kata sambung 'if'
- Keterangan waktu yang digunakan sbb:
since ( sejak )
lately ( akhir-akhir ini )
recently ( baru-baru ini )
for ( selama )
this week ( minggu ini )
this whole days ( sepanjang hari )
long ( lama/selama )
any longer ( tidak lagi )
anymore ( tidak lagi )
for over two years ( selama lebih dua tahun )
since two o'clock ( sejak jam dua )
all morning ( sepanjang pagi )
the whole night ( semalam suntuk )

Rumus Present Perfect Continuous Tense
(+) subject + has/have + been + verb 1 + ing
(-) subject + has/have + not + been + verb1 + ing
(?) Has/ have + subject + been + verb1 + ing ?
Ex :
(+) Kinos has been waiting here since four o'clock
( Kinos telah menunggu disini semenjak jam 4 )
(-) I haven't been reading for over two days
( saya belum membaca lagi selama lebih dua hari )

(?) Who has been wearing my jacket?
( siapakah yang sudah memakai jaket ku?)


Past Future Perfect Tense



Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang akan sudah selesai pada waktu lampau atau menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena syarat nya sudah pasti tidak akan terpenuhi, dan tenses ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Ciri-ciri Past Future Perfect Tense
- Menggunakan kata penghubung yang memiliki arti "akan sudah" berupa would/should"
- Menggunakan kata kerja bentuk ke 3/verb3
- Menggabungkan dua tenses sekaligus , yaitu pas future perfect tense dengan past perfect
- Menggunakan kata sambung "if"

Rumus Past Future Perfect Tense
Kalimat Verbal :
(+) subjek + should/would + have + verb3
(-) subjek + should/would + not + have + verb 3
(?) Should/would + subjek + have + verb3
Ex :
(+) I should have bled if he had beaten me
( aku akan sudah berdarah kalau dia memukul ku )
(-) I should not have bled if he had not beaten me
( aku tidak akan sudah berdarah kalau dia tidak memukul ku )
(?) Should I have bled if he had not beaten me?
( Apakah aku akan sudah berdarah jika dia tidak memukul ku ? )
Kalimat nominal
(+) Subjek + should/would + have + been + buka kata kerja
(-) Subjek + should/would + not + have + been + buka kata kerja
(?) Should/would + subjek + have + been + buka kata kerja



Ex :
(+) I would have been a lawyer if had studied hard


Future Perfect Tense

Digunakan untuk menggambarkan tentang suatu kegiatan atau peristiwa yang telah selesai terjadi pada masa yang akan datang.

Ciri-ciri Future Perfect Tense
- Menggunakan modal berupa have
- Menggunakan kata kerja bentuk ke 3
- Menggunakan keterangan waktu sbb :
by nine p.m. today ( menjelang jam sembilan sore hari )
by seven a.m tomorrow ( menjelang jam tujuh pagi besok )
by next month ( menjelang bulan depan )
by next friday ( menjelang jumat depan )
by next year ( menjelang tahun depan )
by sunday ( menjelang hari minggu )
by the end of this week ( menjelang akhir minggu ini )
by next month ( menjelang bulan depan )

Rumus Future Perfect Tense
Kalimat verbal :
(+) Subjek + shall/will + have + verb 3
(-) Subjek + shall/will + not + have + verb 3
(?) Shall/ will + subjek + have + verb 3
Ex :
(+) Rere shall have merried with Kinos next month
( Rere akan sudah menikah dengan Kinos bulan depan )
(-) Rere shall not have merried with Kinos next month
(?) Shall Rere have merried with Kinos next month?
Kalimat nominal :
(+) Subjek + shall/will + have + been + bukan kata kerja
(-) Subjek + shall/will + not + have + been + bukan kata kerja
(?) Shall/will + subjek + have + been + bukan kata kerja ?

Ex :
(+) I will have been a doctor next week
( saya akan sudah menjadi seorang dokter minggu depan )
(-) I will not have been a doctor next week
( saya belum akan menjadi seorang dokter minggu depan )
(?) Will I have been a doctor next week?
( apakah saya akan sudah menjadi seorang dokter minggu depan ? )

Past Perfect Tense



Digunakan untuk menerangkan suatu perbuatan atau peristiwa yang sudah selesai dilakukan pada waktu lampau.

Ciri-ciri Past Perfect Tense
- Menggunakan kata keterangan yang memiliki arti "sudah" dalam bentuk lampau yaitu bisa berupa "had"
- Past Perfect Tense akan digunakan jika ada kejadian lain yang terjadi bersamaan.
- Menggunakan keterangam waktu sbb :
before( sebelum )
past perfect + before + past tense
when ( ketika )
past perfect + when + past tense
until ( hingga )
past tense + until + past perfect
when/as soon as ( secepatnya )
When/ as soon as + past perfect + past tense
after ( sesudah )
past tense + after + past perfect
just/ already ( baru saja )
past perfect + just + when + past tense


Rumus Past Perfect Tense
Kalimat verbal :
(+) Subjek + had + verb 3
(-) Subjek + had + not + verb 3
(?) Had + subjek + verb 3
Ex :
(+) I had walked for an hour when I met you
( saya berjalan selama satu jam ketika saya menjumpai anda )
- I had walked for an hour ( past perfect tense )
- I met you ( past perfect tense )

Kalimat nominal :
(+) Subjek + had + been + bukan kata kerja
(-) Subjek + had + not + been + bukan kata kerja
(?) Had + subjek + been + bukan kata kerja
Ex :
(+) You had been here when I slept
( kamu sudah ada disini ketika saya tidur)


Present Perfect Tense



Present = sekarang, perfect = sempurna/ sudah terjadi. Present perfect tense digunakan untuk menunjukan suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan. Pola kalimat ini biasa digunakan untuk menghubungkan masa lampau dengan masa sekarang.

Ciri-ciri Present Perfect Tense
- Menggunakan modal berupa have atau has. Have untuk I, you, we, they , sedangkan has untuk she, he, it.
-Keterangan waktu yang digunakan adalah keterangan waktu "baru saja terjadi" atau waktu lampau hingga waktu sekarang.
As :
since ( sejak )
for ( selama )
just ( untuk menyatakan perbuatan yang baru saja terjadi )
already ( untum menyatakan sebuah peristiwa yang lebih cepat dari yang diperkirakan )
during ( selama )
yet ( untuk menyatakan kejadian yang belum terjadi )


Penggunaan Present Perfect Tense
- Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang terjadi pada waktu lampau dan masih ada hubungan nya dengan saat sekarang
Ex :
Kinos has been here since morning.
( Kinos telah berada disini semenjak pagi )
- Digunakan untuk menyatakan perbuatan yang telah terjadi
Ex :
I have meet Mr. Prada
( Saya telah menjumpai tuan Prada )
- Digunakan untuk menunjukan perbuatan ulangan pada waktu yang tidak tertentu. Dalam hal ini sering memakai kata- kata before, already, ever, never, yet.
Ex :
I have eaten my cake already
( Saya sudah selesai memakan kue saya )
- Digunakan untuk menunjukan perbuatan selesai pada waktu yang singkat. Kata-kata yang sering digunakan seperti at last, finally, just, recently.
Ex :
She has just merried one hour ago
( Dia baru saja menikah satu jam yang lalu )


Rumus Present Perfect Tense
Positive
S + have/ has + verb 3
Ex :
I have already eaten
( saya telah makan )
Negative
S + have/has + not + verb 3
Ex :
I have not mailed my father yet.
( saya belum mengirimkan surat kepada ayah )
Positive Interrogative
Have/has + S + verb 3
Ex :
Has Kinos drunk his coffee?
Apakah Kinos sudah meminum kopinya?

Negative Interrogative
Haven' you read a book?
( Bukan kah kamu telah membaca sebuah buku ?)


Past Future Continuous Tense



Past future = akan datang pada masa lampau, continuous = akan dilakukan/sedang terjadi. Past future continuous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang akan sedang terjadi pada waktu lampau. Pola kalimat ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari tapi akan sering kita jumpai dalam buku cerita berbahasa Inggris.
Ex :
I would be eating yesterday
Contoh kalimat diatas memang tidak lazim di telinga kita karena kalimat tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Kalimat tersebut harus disertai beberapa penjelasan seperti contoh dibawah ini:
"Kemarin, aku membaca pukul 7. Aku akan makan malam ketika Kinos datang pukul 7.30. Sebenarnya aku akan sedang makan malam pada pukul 8. Namun, karena Kinos baru pulang pada pukul 10, maka aku makan malam setelah dia pulang.
Jika kita kupas satu per satu, maka akan kita dapatkan beberapa pola kalimat dalam paragraf di atas :
- Kemarin aku membaca pukul 7 ( simple past tense )
- Aku akan makan malam ketika Kinos datang pukul 7.30. ( past future tense )
- Sebenarnya aku akan sedang makan malam pada pukul 8. ( past future continuous tense )
- Namun, karena Kinos baru pulang pada pukul 10, maka aku makan malam setelah dia pulang. ( simple past tense )
Penggunaan past future continuous tense pada prinsipnya sama dengan future continuous tense. Yang membedakan adalah jika future continuous tense menceritakan kejadian yang akan sedang terjadi di masa depan ( future ), past future continuous tense menceritakan kejadian yang akan terjadi di masa lampau ( past ). Dengan kata lain, past future continuous tense adalah pengungkapan kembali prediksi atau rencana yang akan sedang terjadi, dan prediksi atau rencana tersebut sudah bergeser dari future time ke past time.

Ciri- ciri Past future continuous tense
- Menggunakan kata keterangan yang memiliki arti "akan" dalam bentuk lampau, yaitu bisa berupa would atau should.
- dipadukan denga kata bantu be dan verb ing
- Selalu menggunakan modal ( to be ) bentuk dua yaitu was ( untuk I ) dan were ( untuk you, we, they, she, he, it )
- Keterangan waktu yang digunakan adalah dalam bentuk lampau.
As :
last night
last year
yesterday
at this time following day ( saat ini hari berikutnya )
in March last year ( bulan Maret tahun lalu )
at seven yesterday ( jam sembilan kemarin )


Rumus Past Future Continuous Tense
-Jika menggunakan would/should
Positive
S + would/should + be + verb 1 + ing
Ex :
I should be going to London at this time last month
( saya akan sedang pergi ke London pada waktu ini bulan lalu )
Negative
S + wouldn't/shouldn't + be + verb 1 + ing
Ex :
I shouldn't be going to London at this time last month
( saya tidak akan sedang pergi ke London pada waktu ini bulan lalu )
Positive Interrogative
Would/should + S + be + verb 1 + ing
Ex :
Should I be going to London at this time last month?
( Apakah saya akan sedang pergi ke London pada waktu ini bulan lalu? )
Negative interrogative
Wouldn't/shouldn't + S + be + verb 1 + ing
Ex :
Shouldn't I be going to London at this time last month?
( Bukankah saya akan sedang pergi ke London pada waktu ini bulan lalu? )
- Jika menggunakan were/was going to
Positive
S + were/was + going to be + verb 1 + ing
Negative
S + were/was + not + going to be + verb 1 + ing
Positive Interrogative
Were/was + S + going to be + verb 1 + ing ?

Negative Interrogative
Were/was + not + S + going to be + verb 1 + ing ?



Future Continuous Tense


Future = masa depan/ akan datang, continuous = sedang dilakukan/terjadi. Future continuous tense digunakan untuk menceritakan kegiatan yang akan sedang terjadi pada waktu yang akan datang.
Tense ini tidak dapat berdiri sendiri, ia selalu di ikuti dengan peristiwa atau kegiatan lain.


Ciri-ciri future continuous tense
- Menggunakan kata keterangan yang memiliki arti "akan", yaitu bisa berupa will atau shall.
- Menggunakan kata kerja bentuk 1, verb 1 + ing
- Keterangan waktu yang digunakan adalah keterangan waktu dalam bentuk masa yang akan datang, sbb :
next week ( minggu depan )
tomorrow ( besok )
tonight
at this time next year ( waktu ini tahun depan )
at this time tomorrow ( pada saat ini besok)
at the same time next Monday ( pada waktu yang sama Senin depan )

Rumus Future Continuous Tense
-Jika menggunakan shall/will
Positive
S + shall/will + be + verb 1 + ing
Ex : I will be working when Kinos come back next week
( Saya akan sedang bekerja ketika Kinos kembali minggu depan )
Negative
S + shall/ will + not + be + verb 1 + ing
Ex : I will not be working when Kinos come back next week
( Saya tidak akan sedang bekerja ketika Kinos kembali minggu depan )
Interrogative
Shall/will + S + be + verb 1 + ing
Ex : Will I be working when Kinos come back next week ?
( Akankah saya sedang bekerja ketika Kinos kembali minggu depan? )
- Jika menggunakan to be going to
Positive
S + am/is/are + going to be + present participle
Negative
S + am/is/are + not + going to be + present participle

Interrogative
Am/is/are + S + going to be + present participle?


Past Continuous Tense


Past = masa lalu, continuous = sedang dilakukan/terjadi. Past continuous tenses digunakan apabila kita ingin menceritakan kegiatan atau peristiwa yang sedang berlangsung diwaktu lampau. Tenses ini tidak bisa berdiri sendiri dan biasanya selalu di temani dengan peristiwa di waktu lampau.

Ciri-ciri Past Continuous Tense
- Selalu menggunakan to be bentuk kedua yaitu was dan were
- Menggunakan kata kerja bentuk 1, verb 1 + ing
- Menggunakan kata keterangan yang memiliki arti "sedang", yaitu bisa berupa when (ketika ), as ( ketika ), dan while ( selagi/ sementara )
- Menggunakn keterangan waktu dalam bentuk lampau, seperti sbb :
all day yesterday ( sepanjang hari kemarin )
the whole day last Monday ( sepanjang hari senin lalu )


Rumus Past Continuous Tense
Positive
S + were/was + verb 1 + ing
Ex : I was reading when you phoned me
Negative
S + were / was + not + verb 1 + ing
Ex : I was not reading when you phoned me

Interrogative
Were/ was + S + verb 1 + ing
Was I reading when you phoned me?



Present Continuous Tense


Present = sekarang, continuous = sedang dilakukan/ terjadi. Present continuous tense adalah bentuk kalimat untuk menyatakan kegiatan yang sedang terjadi ketika kita berbicara.

Ciri-ciri Present Continuous Tense
- Peristiwa sedang terjadi ketika sedang disampaikan
- Menggunakan kata kerja bentuk 1 + ing
- Selalu menggunakan to be , am ( untuk I ), are ( untuk you, we, they ), dan is ( untuk she, he, it )
- Tanda waktu yang biasa digunakan, sbb :
Now ( sekarang )
Right now ( saat ini )
At present ( pada saat ini )
Today ( hari ini )
This morning ( pagi ini )
This afternoon ( sore ini )
Tonight ( malam ini )
Soon ( segera )


Kegunaan Present Continuous Tense
- Digunakan ketika ingin menceritakan peristiwa atau kegiatan yang sedang terjadi di hadapan kita.
Ex : My father is cooking
( Ayah saya sedang memasak )
- Digunakan untuk menyatakan peristiwa yang bersifat sementara
Ex : Kinos is working now but he will go out soon
( Kinos sedang bekerja sekarang tapi dia akan segera keluar )
- Digunakan untuk menyatakan peristiwa yang berlangsung pada waktu akan datang
Ex : She is coming again tomorrow
( Dia akan datang lagi besok )
- Tense ini juga bisa digunakan untuk menceritakan tentang suatu hal yang kita bayangkan sedang terjadi.
Ex : I hope you are learning how to speak English.
( Saya harap kamu sedang belajar bagaimana berbicara bahasa inggris )


Catatan :
- Kata kerja yang melukiskan perasaan ( verbs of emotion ) tidak boleh di tambahkan "ing" walau kalimatnya diucapkan ketika peristiwa sedang berlangsung.
As : like, dislike refuse, want, dll.
Ex :
I like Kinos ( saya senang pada Kinos )
BUKAN : I am liking Kinos
- Kata kerja yang ada hubungan nya dengan panca indra ( verbs of sense ) tidak boleh di tambahkan "ing"
As : hear, see, smell, notice, taste, dll
Ex :
This food tastes really good ( makanan ini sungguh enak rasanya )
BUKAN : This food is tasting really good
- Kata kerja yang menyatakan pikiran atau pendapat ( verbs of thought or opinion ) tidak boleh ditambahkan "ing"
As : believe, expect, forget, know, prefer, realize, remember, dll.
Ex :
Kinos believes I would come with his mother ( Kinos yakin saya pasti datang bersama ibunya )
- Kata kerja yang menunjukan kepunyaan tidak boleh ditambah "ing"
Ex : Kinos and Rere own one house and one car
( Kinos dan Rere memiliki satu rumah dan satu mobil )
BUKAN : Kinos and Rere are owning one house and one car.


Cara pembentukan verb-ing, sbb :
- Pada umumnya, kata kerja cukup kita beri akhiran -ing
As :
study studying
eat eating
drink drinking
- Jika kata kerja berakhiran dengan huruf mati dan bersuku kata satu yang didahului oleh huruf hidup, maka huruf mati tersebut digandakan.
As :
cut cutting memotong
Slip slipping tergelincir
swim swimming berenang
- Jika kata kerja berakhiran dengan huruf mati dan bersuku kata dua yang tekanan nya jatuh pada suku kata terakhir serta didahului oleh huruf hidup, maka huruf mati yang terakhir digandakan lalu ditambah -ing
As :
begin beginning memulai
submit submitting mengajukan
- Jika kata kerja berakhiran l dan didahului oleh huruf hidup, maka l digandakan lalu ditambah -ing
As :
control controlling kontrol
propel propelling mendorong
travel travelling bepergian
- Jika kata kerja berakhiran l didahului oleh dua huruf hidup maka l tidak di gandakan, hanya ditambah -ing
As :
sail sailing berlayar
spoil spoiling merampas
conceal concealing merahasiakan
- Jika kata kerja berakhiran e yang didahului oleh huruf mati, maka e harus dihilangkan lalu ditambah -ing
As :
come coming datang
shine shining bersinar
write writing menulis
- Jika kata kerja berakhiran e didahului oleh huruf e juga maka langsung ditambah -ing
As :
flee fleeing melarikan diri
- Jika kata kerja berakhiran e didahului oleh huruf i maka huruf hidup ie harus di ganti dengan y, lalu ditambah -ing
die dying mati
lie lying berdusta


Rumus Present Continuous Tense
Positive
S + to be + v1 (ing)
As :
I + am + v1 (ing)
You/we/they + are + v1 (ing)
She/he/it + is + v1 (ing)
Ex :
I am praying now
( Saya sedang berdoa sekarang )
Negative
S + to be + not + verb 1 (ing)
As :
I + am + not + v1 (ing)
You/we/they + are +not + v1 (ing)
She/he/it + is + not + v1 (ing)
Ex :
I am not praying now
( Saya tidak sedang berdoa sekarang )

Interrogative
To be + S + verb 1 + ing
As :
am + I + v1 (ing)
Are + You/we/they + v1 (ing)
Is + She/he/it + v1 (ing)
Ex :
Am I praying now?
Apakah saya sedang berdoa sekarang?

Simple Past Future Tense


Simple = sederhana, Past Future = akan datang pada waktu yang lampau. Simple past future tense digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang akan terjadi pada waktu lampau tetapi tidak terlaksana karena suatu alasan tertentu. Misal, jika kita mengatakan kalimat seperti ini pada jam 11 siang "Aku akan sarapan tadi pagi pada pukul 7 pagi. Namun, tadi pagi teman-teman ku menyuruhku untuk cepat-cepat berangkat berenang."
Nah, kalimat diatas termasuk kalimat berpola simple past future tense. Si pelaku diatas akhirnya sampai jam 11 siang belum sarapan juga karena tadi pagi ketika mau sarapan, teman-teman nya keburu mengajak nya berenang. Dalam bahasa inggris kalimat itu menjadi " I would take a breakfast when my friends asked me out to swim at 7 o'clock in the morning."
Pola kalimat simple past future tense termasuk pola kalimat yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, apalagi dalam percakapan bahasa indonesia. Namun, pola kalimat ini memang ada dan kita perlu mengetahui dan mempelajarinya.
Ciri-ciri Simple Past Future Tense

- Peristiwa sudah direncanakan namun belum sempat dilaksanakan karena suatu alasan tertentu
- Mengandung kata should atau would di tambah verb 1
- Mengandung kata bantu was atau were ditambah going to verb 1
- Tenses ini juga bisa digunakan dalam bentuk penggabungan dua tenses yaitu past future dengan simple past
Ex : I would visit Bandung yesterday but because my mother was sick, I canceled.
- Menggunakan keterangan waktu yang menunjukan perbuatan yang dilakukan pada masa lampau.
Tanda waktu yang biasa digunakan :
The next day ( keesokan hari nya )
The week before ( minggu sebelum nya )
The day before ( kemarin dulu )
The moon before ( bulan sebelum nya )
Yesterday ( kemarin )
Last ( yang lalu )
Just now ( baru saja )
Kegunaan Simple Past Future Tense
- Untuk menyatakan kejadian atau peristiwa yang telah di prediksi dimasa lampau
Ex : I would see him in my office at lunch
(Saya sudah akan bertemu dengan nya dikantorku pada saat makan siang)
- Untuk menyatakan kembali sebuah kegiatan yang telah direncanakan pada masa lampau.
Ex : I was gong to meet my client soon, but suddenly it rained
( Saya sudah akan menemui rekan saya segera, tapi tiba-tiba hari itu hujan )
- Untuk memuat sebuah main clause tipe 1, yaitu conditional sentence yang memiliki fakta dalam bentuk simple present tense atau simple future tense
Ex : If the rain fell, I would not come to your house.
( Jika hujan turun, saya tidak akan datang ke rumah mu )
- Untuk membuat sebuah kalimat tidak langsung
Ex : Kinos told me that he would come to my house yesterday
( Kinos berkata padaku bahwa dia sudah akan datang ke rumahku kemarin )
- Untuk membuat kalimat perintah atau permintaan yang lebih halus
Ex : Would you close the door! It's too cold.
( Tolong tutup pintunya! Udaranya terlalu dingin )
Rumus Simple Past Future Tense
- Menggunakan would / should
Positive
S + would/should + verb 1
Ex : I would eat when Kinos came to my house last night
Negative
S + would not / should not + verb 1
Ex: I wouldn't eat when Kinos came to my house last night

Positive Intrrogative
Would / should + S + verb 1?
Ex: Would I eat when Kinos came to my house last night?

Negative Interrogative
Would not / should not + S + verb 1?
Ex : Wouldn't I eat when Kinos came to my house last night?
- Menggunakan to be going to
Positive
S + to be + going to + verb 1
I + was + going to + verb 1
You/we/they + were + going to + verb 1
She/he/it + was + going to + verb 1
Ex : I was going to eat when Kinos came to my house last night
Negative
S + to be not + going to + verb 1
I + was not + going to + verb 1
You/we/they + were not+ going to + verb 1
She/he/it + was not + going to + verb 1
Ex : I was not going to eat when Kinos came to my house last night

Positive Interrogative
To be + S + going to + verb 1
Was + I + going to + verb 1 ?
Were + You/we/they + going to + verb 1 ?
Was + She/he/it + going to + verb 1?
Ex : Was I going to eat when Kinos came to my house last night ?

Negative Interrogative
To be not + S + going to + verb 1
Wasn't + I + going to + verb 1 ?
Weren't+ You/we/they + going to + verb 1 ?
Wasn't + She/he/it + going to + verb 1?
Ex : Wasn't I going to eat when Kinos came to my house last night?
Pages (11)1234567 Next »